PEMBELAJARAN IPA AKTIF MELALUI SAINS CARD GAME

PEMBELAJARAN IPA AKTIF MELALUI SAINS CARD GAME

Oleh Agus Supardi (Pembelajar Literasi Kottabarat)

Zaini dalam Bukunya yang berjudul “Strategi Pembelajaran aktif” yang diterbitkan di Yogyakarta oleh penerbit Insan Mandiri pada tahun 2008 menyatakan pembelajaran aktif adalah pembelajaran yang mengajak siswa untuk belajar serta aktif. Ketika siswa belajar dengan aktif, berarti mereka yang mendominasi aktifitas pembelajaran. Dengan ini mereka secara aktif menggunakan otak, baik untuk menemukan ide pokok dari materi pelajaran, memecahkan persoalan, atau mengaplikasikan apa yang baru mereka pelajari ke dalam satu persoalan yang ada dalam kehidupan nyata. Dengan belajar aktif ini, siswa diajak untuk turut serta dalam smua proses pembelajaran, tidak hanya mental akan tetapi juga melibatkan fisik. Dengan cara ini biasanya siswa akan merasakan suasana yang lebih menyenangkan sehingga hasil belajar dapat dimaksimalkan (Zaini, 2008).

Selasa (9/1/2018) pembelajaran IPA mencoba memodifikasi metode sord card menggunakan saind card untuk mereview materi yang telah dipelajari di semester 1 kemarin. Jika pada metode sord card anak hanya menyusun kartu yang berisi induk materi serta pencabaranya maka metode sains card ini anak diharuskan aktif dan komunikatif.

Pertama – tama anak dibagi menjadi dua kelompok A dan B, kemudian kelompok A menjadi tim soal sedangkan tim B menjadi tim jawaban. Satu persatu anak mengambil kartu yang telah tersedia di masing – masing kotak. Kotak I adalah kotak yang berisi pertanyaan dan kota II adalah kotak yang berisi jawaban. Setalh mereka mengambil kartu dari masing – masing kotak, anak harus mencari pasanganya, kemudian setelah bertemu pasangannya mereka menuliskan soal dan jawaban di buku masing – masing. Penentuan pemenang dari metode ini adalah anak yang berhasil menuliskan pasaagan soal dan jawaban paling banyak.

Salah satu keunggulan metode ini adalah mengharusakan anak untuk komunikatif. Anak yang biasanya diam menjadi aktif karena harus menemukan pasangan dari kartu yang mereka pegang. Sehingga selain dapat mereview materi yang telah dipelajari metode ini juga melatih kemampuan komunikasi anak – anak.

Coretan Sambil Menunggu dan Menemani Review Anak – Anak 6’13 di Ruang Sains Kelas VI 08.15 WIB.

Semangat Dari Desa Part 1

SPIRIT FROM SD N 2 SOKOBOYO

Oleh Agus Supardi*

Suara kicau burung pleci dan ciblek selalau menyambut suasana pagi hari ketika saya mengawali aktifitas. Rumah yang terletak di dukuh Sukorejo desa Sokoboyo dengan dikelilingi pohon cengkih menambah sejuk udara di rumah saya sebelum berangkat sekolah di SD Negeri 2 Sokoboyo. 

Pagi hari merupakan waktu yang paling saya nanti karena di desa saya saat itu belum ada listrik sehingga pada malam hari sangatlah gelap dan sayapun jarang keluar rumah. 

Saya menghabiskan aktifitas pagi sampai siang di sekolah yang berjarak kurang lebih 1,5 km dari rumah. Setiap hari saya dan teman – teman berangkat dengan berjalan kaki, maklum saat itu masih jarang kendaraan bermotor. 

Sesampai di sekolah saya langsung menyapa teman – teman sekelas yang saat itu berjumlah 14 anak. Jumlah yang cukup sedikit memang jika di bandingkan dengan SD lain yang jumlah siswanya lebih dari 20an. Setiap pagi kami selalu mengawali dengan bermain sembari menyambut kedatangan guru kami yang rata – rata jarak rumah mereka 7 km dari sekolah. Sehingga sering kali kami masuk ke dalam kelas sudah cukup siang.

Kelas 1 sampai dengan kelas 3 saya habiskan dengan banyak bermain tanpa memikirkan pentingnya sekolah sehingga prestasipun belum saya dapatkan hingga naik ke kelas 4.

Kelas 4 merupakan awal sejarah perubahan dalam hidup saya. Ada dua hal yang menurut saya berperan penting dalam perubahan tersebut. 

Pertama, Pergantian Kepala Sekolah baru. Bapak Nardi, B.A adalah kepala sekolah yang baru di SD saya. Beliau membawa semangat baru di SD Negeri Sokoboyo 2. Pada pidato sambutan awal beliau menyampaikan kalimat motivasi untuk medorong siswa – siswi di sini. “Sudah saatnya Siswa – siswi SD Negeri 2 Sokoboyo  menjadi leher atau kepala bukan menjadi buntut lagi” begitu kurang lebih kalimat yang masih saya ingat sampai sekarang. Kalimat yang bermaksud menggugah semua warga sekolah agar berprestasi karena selama ini SD N 2 Sokoboyo selalu tertinggal dalam prestasi. 

Perkataan beliaupun dibuktikannya dengan aksi nyata. Beliau selalu datang palaing pagi untuk menyambut kedatangan siswa dan mengecek kesiapan masing – masing ruang kelas sebelum pembelajaran. 

Jam 07.00 kami sudah masuk ke dalam kelas padahal biasanya kami masuk pukul 08.00 hal itu dilakukan beliau setiap hari baik sudah ada guru yang datang maupun belum. Ketika ada kelas yang kososng pasti beliau akan langsung masuk ke dalam kelas tersebut dan memberikan pembelajaran. Bahkan yang masih saya ingat sampai sekarang adalah ketika beliau memberikan pelajaran matematika full mulai pukul 07.00 sampai 13.00 selama seminggu berturut – turut. Hasilnya pun kami mendapatkan nilai mtematika yang memuaskan dan berkat pelajaran dari beliaulah saya mendapatkan ranking 2 untuk pertama kalinya.

Kedua listrik mulai masuk ke desa saya. Hampir sebagian besar dusun di desa sokoboyo sudah mendapatkan aliran listrik, tetapi dusun sukorejo termasuk yang paling terakhir mendapatkan aliran listrik sehingga dusun kamipun banyak tertinggal informasi. Setelah adanya aliran listrik banyak perubahan yang kami rasakan. Diantara sekian banyak hal yang kami rasakan adalah adanya TV. Meskipun dalam satu lingkup RT baru satu ruah yang memiliki tetapi itu sudah cukup untuk mendapatkan informasi dari luar daerah bahkan informasi nasional. Selain itu setelah adanya aliran listrik suasana malam di dusun sukorejo semakin tambah ramai, banyak dari kami yang menghabiskan malam dengan belajar kelompok setiap malamnya.

Setalah naik ke kelas 5 saya pun semakain memahami arti penting belajar. Pretasi berupa ranking 1 atau 2 mulai saya peroleh sejka kelas 4. Hal paling tak terlupakan di kelas 5 adalah ketika saya dikirim mewakili SD N 2 Sokoboyo dalam ajang lomba siswa teladan. Ajang tersebut menambah pandangan baru saya terkait pentingnya berprestasi. Semua siswa teladan dari berbagai desa dalam satu kecamatan berkumpul di ajang lomba ini. 

Saya yang saat itu baru pertama kali mengikuti ajang lomba ini merasakan atmosfer yang luar biasa berbeda dengan di sekolah. Mereka datang dengan membawa prestasi dan bakat masing – masing. Di akhir lomba saya hanya mampu finish di 10 besar karena kurangnya pengalaman dan persiapan. Tetapi setidaknya pengalaman bertemu dengan siswa – siswi berprestasi se kecamatan slogohimo menjadikan saya terus semangat untuk berprestasi. Sesampainya di sekolah saya disambut oleh bapak kepala sekolah dengan ucapan “tidak apa – apa yang penting kita sudah berusaha semaksimal mungkin, insyaallah ini yang terbaik” begitu kurang lebih kata – kata beliau yang saya ingat sampai sekarang.

Perkataan beliau inilah yang selalu saya ingat untuk menjalani tahun – tahun terakhir di SD. Usaha yang maksimal menjadi salah kunci kesuksesan saya menyelesaikan jenjang SD sehingga saya dapat lulus dengan masuk tiga besar. Demikian sedikit perjalan saya sewaktu menjalani pendidikan di SD Negeri 2 Sokoboyo.
*). Penulis Lahir di Sokoboyo pada 12 April 1989, menjalani pendidikan SD lulus tahun 2001 dan SMP lulus tahun 2004 di Sokoboyo, kemudian melanjutkan jenjang SMA di MA Negeri Majalaya Kab. Bandung. Setelah lulus pada tahunn 2007 melanjutkan studi di Universitas Muhammadiyah Surakarta, FKIP Pendidikan Biologi lulus tahun 2011. Aktifitas sehari – hari penulis saat ini sebagai teman belajar (Konco Sinau) anak – anak di SD Muhamamdiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta. 

Dapat dihubungi di 085221302389 atau email agus65bio@gmail.com.

Menulis ditempat yang tepat

Semenjak saya sekolah di tingkat SD hingga sekarang menjadi teman belajar di sebuah SD, hampir ada persamaan kebiasaan siswa dari saat itu hingga sekarang. dulu ketika saya di SD sesuatu yang paling disukai ketika merasa bosan saat belajar atau diterangkan oleh guru adalah mencorat-coret meja atau kursi tanpa disadari. tulisan -tulisan itu tak hilang sampai sekarang, bahkan dari generasi sebelum-sebelumnya juga melakukan hal yang sama.

Kejadian seperti yang saya alami waktu kecil ternyata tak jauh beda ketika saya kuliah di perguruan tinggi, ternyata di perguruan tinggi hal serupa juga dilakukan oleh yang notabenenya MAHASISWA, ketika saya lulus dan belajar untuk menjadi teman belajar di sebuah wilayah dijawa barat hal serupa juga saya jumpai.

Dan pada hari – hari di minggu ini sejenak saya luangkan waktu untuk melihat – lihat meja dikelas, ternyata kebiasaan itu masih saya temui.

sebenarnya potensi menulis sudah dimiliki sejak usia dini tetapi apabila tidak disalurkan ditempat yang tepat semua itu tak kan berguna. kita bisa bayangkan apabila coretan – coretan itu kita kumpulkan tentunya akan menjadi sebuah buku yang menarik dan tebal.

Bagaimana disekolah yang lain??

(sebuah refleksi tulisan seorang anak)

“THE NINE GOLDEN HABIT”

THE NINE GOLDEN HABIT YANG DISOSIALOSASIKAN PP MUHAMMADIYAH

 (sebuah langkah awal untuk meningkatkan kualitas misi hidup kita)

1.      Shalat (pertama dihisab –Sunan Kubra Nasa’i)

a.      Biasakan shalat wajib di awal waktu (amal utama menurut banyak riwayat)

b.      Shalat dengan berjamaah dan diiringi rawatib (dalam hadis 27 derajat lebih baik, langkah kaki penghapus dosa, duduk menunggu waktu sama dengan pahala shalat, 12 rakaat rawatib sehari semalam dibangunkan rumah di surga)

c.       Tahajjud sepertiga malam terakhir.

d.      Shalat dhuha (lebih dari shadaqah 360 sendi, 4 rakaat dicukupkan rezki siang itu)

2.      Puasa

a.      Wajib tentu saja

b.      Sunnah, Daud, Senin-Kamis, Sebulan 3 hari ayyam al-Bidh 13,14,15. 10 Muharram, Arafah

3.      Infaq

a.      Atleast 2,5 % dari harta kamu tiap bulan, penghasilan ataupun jajan dari ortu. (al-Ma’arij : 24,25)

4.      Tadarrus

a. Usahakan 1 juz 1 hari. (Faathir : 29-30), al-Muzammil : 4.

b.      Pelajari kandungannya juga

5.      Menjaga adab Islami

a.      Pergaulan muda mudi. Zina-zina kecil

b.      Pada orang tua, dan yang lebih tua dari kita

c.       Menjaga  hak-hak sesama muslim ; salam, undangan didatangi, dinasehati, dijawab bersinnya, sakit ditengok, tkziyah

d.      Aktifitas sehari2 dengan bsimillah, tayammun.

e.      Dalam berpakaian (an-Nur : 31)….shinfaani min ahlinnar lam araahumadst

6.      Baca buku!.

a.      Sehari minimal 1 jam untuk baca buku dengan serius

7.      Mengaji dan Berada dalam Komunitas Orang Shaleh

a.      Ikutilah kajian minimal seminggu sekali

8.      Berorganisasi

Carilah organisasi apa saja yang baik, utamanya yang berdakwah dst…

9.      Berfikir Positif!!!!!!!

Awal dari semua… yeah!!.

a.      Sumber pikiran positif SUMBER UTAMANYA adalah berprasangka baik kepada Allah ta’ala. Al-Hasyr : 22-24.

b.      Lihatlah hidup dengan kaca mata positif, semangat doa rabbana atina fiddunya hasaanah wa fil akhirati hsanah

c.       Lihatlah dirirmu sebagai orang hebat

d.      Berfikir positif pada orang lain….sangat penting dalam tentukan teman dan lawan

e.      Dalam menyikapi sesuatu

Sebuah Tanya (Soe Hok Gie)

Sebuah Tanya – Soe Hok-Gie
akhirnya semua akan tiba 
pada pada suatu hari yang biasa
pada suatu ketika yang telah lama kita ketahui.
 
Apakah kau masih berbicara selembut dahulu
memintaku minum susu dan tidur yang lelap?
sambil membenarkan letak leher kemejaku.
(kabut tipis pun turun pelan-pelan
di lembah kasih, lembah Mandalawangi
kau dan aku tegak berdiri
melihat hutan-hutan yang menjadi suram
meresapi belaian angin yang menjadi dingin)
apakah kau masih membelaiku selembut dahulu
ketika kudekap kau
dekaplah lebih mesra, lebih dekat.
 
(lampu-lampu berkedipan di Jakarta yang sepi
kota kita berdua, yang tua dan terlena dalam mimpinya
kau dan aku berbicara 
tanpa kata, tanpa suara
ketika malam yang basah menyelimuti jakarta kita)
apakah kau masih akan berkata
kudengar derap jantungmu
kita begitu berbeda dalam semua
kecuali dalam cinta
(haripun menjadi malam 
Kulihat semuanya menjadi muram
Wajah-wajah yang tidak kita kenal berbicara
dalam bahasa yang tidak kita mengerti
Seperti kabut pagi itu)
manisku, aku akan jalan terus 
membawa kenangan-kenangan
dan harapan-harapan bersama hidup yang begitu biru.
Selasa, 1 April 1969
– Soe Hok-Gie
dikutip seperti dalam buku “Soe Hok-Gie Sekali Lagi: Buku, Pesta dan Cinta di Alam Bangsanya” cetakan ke-2, Januari 2010; diterbitkan oleh Kepustakaan Populer Gramedia

REVITALISASI PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MEWUJUDKAN TUJUAN PENDIDIKAN

REVITALISASI PARTISIPASI MASYARAKAT

DALAM MEWUJUDKAN TUJUAN PENDIDIKAN

Oleh : Agus Supardi, S. Pd*

Menyimak perkembangan pendidikan di Indonesia tentunya kita tidak akan melupakan perjalanan kurikulum di Indonesia yang sering berubah – ubah. Sejak Indonesia merdeka hingga tahun 2013 ini kurang lebih ada 10 kali perubahan kurikulum yang terjadi di Indonesia, mulai dari kurikulum 1947 hingga yang akan terlaksana ditahun ini yaitu kurikulum 2013.

Salah satu hal yang mendasari sering berubah – ubahnya kurikulum di Indonesia adalah kurikulum yang telah dilaksanakan dirasa kurang relevan dengan perkembangan jaman dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia, tetapi yang terlupakan dari perubahan – perubahan kurikulum tersebut adalah tidak adanya peran serta masyarakat dalam merumusakan kurikulum yang akan dilaksanakan, sehingga perubahan kurikulum hanya berdasar atas analisis penguasa yang berkuasa saat itu, khususnya kementrian pendidikan. Baca lebih lanjut

Sekar Gambuh

G A M B U H
01
Sekar gambuh ping catur, kang cinatur polah kang kalantur, tanpa tutur katula-tula katali, kadaluwarsa kapatuh, katuruh pan dadi awon.

Sekar gambuh pola yang keempat, yang menjadi bahan perbincangan adalah perlaku yang tidak teratur, tidak mau mendengar nasihat, semakin lama semakin tak terkendali, hal ini akan berakibat buruk. Baca lebih lanjut

Sahabat.

Sahabat adalah kebutuhan jiwa, yang mesti terpenuhi.
Dialah ladang hati, yang kau taburi dengan kasih dan kau panen dengan penuh rasa terima kasih.

Dan dia pulalah naungan dan pendianganmu.
Karena kau menghampirinya saat hati lapa dan mencarinya saat jiwa butuh kedamaian.Bila dia bicara, mengungkapkan pikirannya, kau tiada takut membisikkan kata “tidak” di kalbumu sendiri, pun tiada kau menyembunyikan kata “ya”. Baca lebih lanjut

Makna Dibalik Lagu Dolanan “Gundul-Gundul Pacul”

Lagu dolanan “gundhul – gundhul pacul” bagi anak – anak (jaman dulu) yang dibesarkan di lingkungan Jawa merupakan lagu wajib. Rasanya tidak ada teman sepermainan saya dulu yang tidak hapal lagu ini. Nadanya riang, liriknya sederhana sehingga mudah dihapal. Meskipun simpel ternyata lagu ini memiliki makna yang dalam. Saya sendiri baru tahu. Luar biasa terutama untuk para pemimpin berkaca.

Baca lebih lanjut

Makna Dibalik Tembang MACAPAT

Tembang Macapat biasanya dikenalkan untuk siswa-siswa SD, mungkin sekarang sudah tergerus oleh jaman yang semakin komplek, beriku hanya berbagi sedikit makan dibalik tembang yang dulu sering dinyayikan saat SD. :

1. MIJIL

Mijil artinya lahir. Hasil dari olah jiwa dan raga laki-laki dan perempuan menghasilkan si jabang bayi. Setelah 9 bulan lamanya berada di rahim sang ibu, sudah menjadi kehendak Hyang Widhi si jabang bayi lahir ke bumi. Disambut tangisan membahana waktu pertama merasakan betapa tidak nyamannya berada di alam mercapadha. Sang bayi terlanjur enak hidup di zaman dwaparayuga, namun harusnetepi titah Gusti untuk lahir ke bumi. Sang bayi mengenal bahasa universal pertama kali dengan tangisan memilukan hati. Tangisan yang polos, tulus, dan alamiah bagaikan kekuatan getaranmantra tanpa tinulis. Kini orang tua bergembira hati, setelah sembilan bulan lamanya menjaga sikap dan laku prihatin agar sang rena (ibu) dan si ponang (bayi) lahir dengan selamat. Puja puji selalu dipanjat agar mendapat rahmat Tuhan Yang Maha Pemberi Rahmat atas lahirnya si jabang bayi idaman hati.

2. MASKUMAMBANG

Setelah lahir si jabang bayi,

membuat hati orang tua bahagia tak terperi. Tiap hari suka ngudang melihat tingkah polah sang bayi yang lucu dan menggemaskan. Senyum si jabang bayi membuat riang bergembira yang memandang. Setiap saat sang bapa melantunkan tembang pertanda hati senang dan jiwanya terang. Takjub memandang kehidupan baru yang sangat menantang. Namun selalu waspada jangan sampai si ponang menangis dan demam hingga kejang. Orang tua takut kehilangan si ponang, dijaganya malam dan siang agar jangan sampai meregang. Buah h


3. KINANTI
ati bagaikan emas segantang. Menjadi tumpuan dan harapan kedua orang tuannya mengukir masa depan. Kelak jika sudah dewasa jadilah anak berbakti kepada orang tua, nusa dan bangsa. Baca lebih lanjut

Nilai Pedagogis Paulo Freire Dan Masa Depan Pendidikan

Pendidikan di Indonesia nampaknya sudah tidak berhasil ditinjau dari aspek pedagogis. Dunia pendidikan sekarang dinilai kering dari aspek pedagogis, dan sekolah nampak lebih mekanis sehingga seorang anak sekolah cenderung kerdil karena tidak mempunyai dunianya sendiri . Untuk itu, diperlukan adanya satu upaya baru dalam menjalankan proses belajar mengajar. Baru, dalam pengertian berbeda dari yang selama ini melembaga dalam duni pendidikan kita. Salah satu metode pendidikan yang dinilai tepat dijalankan di dunia ketiga adalah konsep pendidikan Paulo Freire yang menganggap bahwa pendidikan merupakan proses pembebasan .  Baca lebih lanjut

Kisah 4 Lilin

Ada 4 lilin yang menyala, sedikit demi sedikit habis meleleh.

Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah percakapan mereka.

Yang pertama berkata, “Aku adalah Damai” namun manusia tak mampu menjagaku maka lebih baik aku mematikan diriku saja” Demikian sedikit-demi sedikit sang lilin padam.

Yang kedua berkata ” Aku adalah Iman, sayang aku tak berguna lagi, manusia tak mau mengenalku, untuk itulah aku tak ada gunanya menyala, begitu selesai bicara tiupan angin memadamkanya.

dengan sedih giliran lilin yang ketiga berbicara,”Aku adalah Cinta, tak mampu lagi tuk tetap menyala karena manusia saling membenci.

tak terga seorang anak masuk kedalam kmr dan mendengar perbincangan lilin-lilin itu.. karena melihat kesemua lilin itu padam dan tinggal satu lagi anak itu berkata Ekh aku takut gelap engkau tidak boleh padam..

lalu lilin yang keempat berkata,, jangan menangis selama aku masih ada dan menyala kita tetap dapat selalu menyalakan ketiga lilin-lainya.. Aku Adalah HARAPAn..

apa yang tak pernah mati hanyalah harapan yang ada dalam hati kita….

Analis SWOT dalam Organisasi

”Ukurlah kemampuan diri, karena makan berlebih akan muntah,
dan memikul melebihi kekuatan akan patah”

Analisa SWOT adalah sebuah analisa yang dicetuskan oleh Albert Humprey pada dasawarsa 1960-1970an. Analisa ini merupakan sebuah akronim dari huruf awalnya yaitu Strenghts (kekuatan), Weaknesses (kelemahan), Opportunity (kesempatan) dan Threat (Ancaman).

Metoda analisa SWOT bisa dianggap sbg metoda analisa yg paling dasar, yg berguna utk melihat suatu topik atau permasalahan dari 4 sisi yg berbeda. Hasil analisa biasanya adalah arahan/rekomendasi utk mempertahankan kekuatan dan menambah keuntungan dari peluang yg ada, sambil mengurangi kekurangan dan menghindari ancaman.

Jika digunakan dgn benar, analisa SWOT akan membantu kita utk melihat sisi-sisi yg terlupakan atau tidak terlihat selama ini.

Analisa ini bersifat deskriptif dan terkadang akan sangat subjektif, karena bisa jadi dua orang yang menganalisis sebuah organisasi akan memandang berbeda ke empat bagian tersebut.

Hal ini diwajarkan, karena analisis SWOT adalah sebuah analisis yang akan memberikan output berupa arahan dan tidak memberikan solusi “ajaib” dalam sebuah permasalahan.

“Luck is a matter of preparation meeting opportunity ??? Keberuntungan adalah sesuatu dimana persiapan bertemu dengan kesempatan (Oprah Winfrey)”

Baca lebih lanjut